sumber twitter mark 4 Pemain dengan Predikat Spesialis Membawa Timnya Promosi dari Liga 2 ke Liga 1 Cetak halaman ini

4 Pemain dengan Predikat Spesialis Membawa Timnya Promosi dari Liga 2 ke Liga 1

Ditulis oleh  Didi Yustianto
Diterbitkan di bola

pss sleman

PSS Sleman kampiun Liga 2 2018 via tribunnews

 

Sumber.com - Tidak mudah bagi seorang pemain untuk membawa tim yang dibelanya mentas di kompetisi kasta tertinggi. Apalagi jika klub yang ia bela tidak terlalu memiliki peta kekuatan serta kedalaman skuat yang cukup memadai untuk bersaing di kompetisinya saat ini. 

 

Akan tetapi, keempat pesepakbola asli Indonesia ini telah mengukir cerita lain dengan kesuksesannya membawa tim yang ia bela promosi ke kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia (Liga 1). Uniknya, mereka tidak hanya melakukannya satu kali. Namun juga mereka sukses melakukannya secara beruntun dengan klub yang berbeda. 

 

Baca Juga: Dituduh Bantu Persija Juarai Liga 1 2018, Ini Jawaban Simon McMenemy

 

Lantas Kawan Sumber penasaran dengan pesepakbola lokal yang berhasil menorehkan catatan fantastis tersebut. Berikut tim redaksi telah merangkum keempat nama yang dimaksud.

 

 

4. Rifal Lastori (PSS Sleman)

 

Pesepakbola yang saat ini masih berusia 21 tahun telah diberikan julukan sebagai pemain spesialis yang mampu mengantarkan timnya promosi ke kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia. Sebelum bermain di PSS Sleman, pada musim lalu, Rifal merupakan anggota dari skuat PSIS Semarang. Kariernya bersama klub asal Semarang tersebut cukup baik dan di akhir kompetisi Liga 2, ia sukses mengantarkan klubnya untuk mentas di Liga 1 2018. 

 

Tak hanya mampu mengantarkan PSIS kembali ke Liga 1, ia juga sukses membawa klubnya menjuarai Liga 2. Satu tahun berselang, giliran PSS Sleman yang sukses ia bawa promosi ke Liga 1. Bak De Javu, Rifal juga mampu mengantarkan PSS menjadi juara Liga 2, setelah di pertandingan final sukses menaklukkan Semen Padang dengan skor 2-0.

 

3. Rangga Muslim (PSS Sleman)

 

Klub asal Sleman ini sepertinya sangat beruntung karena memiliki para pemain yang di musim lalu mampu mengantarkan klub yang dibelanya untuk promosi dan berlaga di Liga 1. Hasilya, tuah dari para pemain yang berhasil mereka datangkan di awal musim 2018 ini berhasil menular pada kesuksesan mereka. 

 

Setelah Rifal Bastori, nama kedua yang diklaim sebagai pesepakbola spesialis yang bisa mengantarkan timnya promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia adalah Rangga Muslim. Seperti diketahui pada musim lalu, Rangga mampu mengantarkan Persebaya promosi ke Liga 1.

 

Namun keberhasilannya bersama tim berjuluk Bajul Ijo tersebut tidak bertahan dengan lama. Namanya tidak masuk dalam rencana pelatih Alfredo Vera sehingga ia memutuskan untuk mencari klub lain dan PSS Sleman adalah klub yang ia jadikan sebagai pelabuhan berikutnya. Di akhir musim Liga 2 2018, Rangga kembali berhasil memberikan tuahnya terhadap klub barunya, sekaligus membuktikan diri kepada coach Alfredo Vera bahwa ia telah salah membuangnya dari skuat Persebaya.

 

2. Busari (PSS Sleman) 

 

Selain nama Rifal Bastori serta Rangga Muslim, ternyata PSS Sleman masih memiliki nama lainnya yang sukses memberikan tuahnya kepada mereka untuk membawa promosi ke Liga 1 2019. Kita semua bisa memanggilnya dengan nama Busari Johny. 

 

Pesepakbola asal Kendal ini memiliki catatan rekor apik meskipun belum mencicipi kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia. Busari telah mendapat julukan sebagai manusia tiga final, karena kesuksesannya untuk membawa tim yang ia bela melangkah hingga ke partai puncak. Pemain jebolan Porprov Sleman 2005 ini memang sejak lama dididik oleh Sleman. 

 

Pertama kali ia berseragam PSS dengan status magang pada tahun 2004. Setelah mencicipi karier sebagai pemain magang di PSS, ia pun memutuskan untuk hijrah ke Persibo Bojonegoro di tahun 2008-2010. Di tahun kedua, ia sukses mengantarkan timnya menjuarai Divisi Utama 2010 setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo melalui drama adu penalti.

 

Usai membawa Persibo juara Divisi Utama, ia memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan membela Persiba Bantul. Di tahun perdananya, Busari mampu membawa timnya menjuarai divisi utama 2011. Setelah mengalahkan Persiraja dengan skor 1-0. 

 

Baca Juga: Mundur dari Exco PSSI, Hidayat Sebut Dirinya Orang yang Polos dan Lugu

 

Setelah berhasil meraih kesuksesan bersama Persiba, Busari kembali mengadu nasib dengan bergabung ke klub lain seperti Persepam MU yang kala itu dihuni Slamet Nurcahyo, Fachrudin serta pemain-pemain lainnya. Kala itu Persepam berstatus sebagai klub promosi dari Divisi Utama 2012. Kebersamaan ia dengan Persepam tak berlangsung lama, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke PSS yang berkompetisi di ISC B. 

 

Mengarungi kompetisi selama dua musim, ia pun sukses membawa PSS ke final ISC B, meskipun timnya gagal menjadi juara setelah dikalahkan PSCS di final dengan skor 3-4. Di musim berikutnya, ia sempat gagal membawa PSS mental di Liga 1, karena hanya mampu membawa timnya melaju hingga babak 16 besar Liga 2 2017. 

 

Di tahun berikutnya, ia sempat tidak masuk dalam daftar pemain PSS untuk mengarungi Liga 2, ia pun memutuskan untuk gabung Persibat Batang. Tapi pada akhirnya, ia kembali ditarik oleh Seto untuk membela skuat PSS di 8 besar Liga 2 2018. Kini ia sukses membawa timnya melaju ke partai final, menjadi kampiun Liga 2018, sekaligus promosi ke Liga 1 2019.

 

1. I Made Wirahadi (Kalteng Putra)

 

Kalteng Putra sepertinya wajib berterimakasih kepada I Made Wirahadi. Berkat tuah pemain berdarah Bali tersebut, mereka akhirnya mampu merasakan atmosfer serta kerasnya Liga 1 di musim baru nanti. I Made Wirahadi mendapat julukan sebagai pemain spesialis yang mampu membawa timnya promosi ke Liga 1, usai meraih kesuksesan secara dua musim beruntun. Di musim lalu ia mampu mengantarkan PSMS ke Liga 1, dan kini, giliran Kalteng Putra yang berhasil ia antarkan ke kompetisi piramida teratas dari sepakbola Indonesia. 

 

Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 2018, I Made Wirahadi pun sukses menyumbangkan satu gol, ketika timnya berhasil mengatasi perlawanan Persita Tangeran dengan skor 2-0. Dengan keberhasilannya tersebut, Wirahadi pun kini telah memiliki rekor fantastis di persepakbolaan Indonesia.

 

Baca 550 kali Terakhir diubah pada Rabu, 05 Desember 2018 13:20
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Didi Yustianto

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Didi Yustianto

I'm the luckiest guy in the world who love football. 

Sports Journalist. Journo Life is 'incredible'.

Situs Web: https://www.linkedin.com/in/didi-yustianto-60a918101/