sumber twitter mark Pochettino Merasa 'Geli' dengan Euforia Pemain Arsenal di Ruang Ganti Pemain Cetak halaman ini

Pochettino Merasa 'Geli' dengan Euforia Pemain Arsenal di Ruang Ganti Pemain

Ditulis oleh  Didi Yustianto
Diterbitkan di bola

NINTCHDBPICT000453908049 e1543965873442

Selebrasi pemain Arsenal di ruang ganti via the sun

 

Sumber.com - Arsenal memang baru saja sukses mengalahkan rival sekota mereka, Tottenham Hotspur dalam pertandingan lanjutan Premier League pada Minggu (2/12). Meski sempat bermain dalam kondisi tertinggal dari tim lawan, namun The Gunners mampu bangkit dan membalikkan keadaan sehingga mereka mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4-2.

 

Setelah peluit panjang tanda pertandingan babak kedua berakhir dibunyikan, para pemain, staf pelatih serta suporter yang hadir di Emirates Stadium langsung merayakan kemenangan mereka dengan semangat serta euforia yang begitu luar biasa. Maklum saja, laga tersebut merupakan pertandingan yang amat penting dan bergengsi bagi kedua kesebelasan, mengingat kedua tim sama-sama berasal dari London Utara.

 

Euforia para pemain Arsenal kemudian berlanjut di ruang ganti pemain. Seluruh pemain nampak mengabadikan momen kebahagiaan mereka dalam balutan foto-foto yang kemudian diunggah oleh sejumlah pemain Arsenal melalui media sosial pribadi mereka masing-masing.

 

 

Baca Juga: Langgar Aturan FFP, Manchester City Terancam Tidak Bisa Berkompetisi di Eropa

Baca Juga: Andai Mourinho Dipecat, Manchester United Akan Dilatih Pochettino

 

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, yang mengetahui serta melihat para pemain Arsenal merayakan kemenangan atas timnya secara berlebihan, mengaku 'geli' dan terlihat tidak percaya. Bagi pelatih asal Argentina tersebut, selebrasi yang dilakukan para pemain Arsenal di ruang ganti itu, seharusnya dilakukan ketika mereka mampu meraih sebuah trofi bergengsi, bukan karena menang di satu pertandingan. Poche juga turut menyindir para pemainnya untuk tidak merayakan sesuatu secara berlebihan sebelum anak asuhnya bisa meraih sebuah trofi. 

 

 

"Tentunya jika Anda memenangkan trofi seperti apa yang saya lakukan ketika masih menjadi pemain, itu waktu yang tepat untuk merayakan. Tentu saja, Anda bisa menunjukkan kepada para penggemar bahwa Anda sangat senang. Itu merupakan momen yang fantastis. Tetapi ketika Anda memenangkan sesuatu yang istimewa, jika tidak, jangan melakukannya," kata Poche seperti dikutip The Sun.

 

"Saya menerima bahwa semua orang membutuhkannya. Ini merupakan bagaimana Anda memberikan asupan pada ego Anda dan saya menerimanya bahwa itu adalah dunia yang baru. Tapi, saya adalah generasi yang lebih tua dan secara pribadi, saya tidak menyukai seleberasi mereka (pemain Arsenal)," sambungnya.

 

Baca Juga: Selebrasi Masuk ke Lapangan, FA Berikan Sanksi Pada Jurgen Klopp

 

Lebih lanjut juru racik strategi berusia 46 tahun tersebut memaklumi adanya perkembangan zaman serta teknologi di masa kini. Di sisi lain, sang pelatih juga memiliki perasaan khawatir terkait masa depan dunia, terkait adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat.

 

"Saya suka merayakan hal-hal bersama rekan-rekan setim. Tapi saya suka merayakannya secara pribadi dan tidak mempostingnya ke publik. Yah benar, saya adalah orang tua dengan mentalitas yang lama. Mungkin saya akan mengambil foto atau merekam video untuk diri saya sendiri."

 

"Hidup berjalan sangat cepat. Tetapi pada saat kita sedang makan malam atau makan siang, seringkali saya sibuk dengan gadget saya sendiri, dan orang lain juga sibuk dengan gadgetnya sendiri. Kami menghabiskan waktu selama dua jam dan sama sekali tidak menikmati momen itu," tambahnya.

 

"Itu banyak terjadi di masyarakat dan generasi baru. Kondisi tersebut jujur telah membuatku sedikit takut akan masa depan dunia ini," pungkas mantan anak asuh Marcelo Bielsa.

 

Meski mengalami kekalahan dari Arsenal, namun perolehan poin di klasemen sementara antara Arsenal serta Spurs, saat ini keduanya sama-sama telah mengumpulkan total poin yang sama (30). Kendati begitu, Arsenal berhasil menempati urutan yang lebih baik ketimbang sang rival dengan menempati posisi kelima.

Baca 486 kali Terakhir diubah pada Rabu, 05 Desember 2018 09:55
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Didi Yustianto

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Didi Yustianto

I'm the luckiest guy in the world who love football. 

Sports Journalist. Journo Life is 'incredible'.

Situs Web: https://www.linkedin.com/in/didi-yustianto-60a918101/