sumber twitter mark Empat Kesalahan Terbesar yang Mengubah Sejarah Dunia Cetak halaman ini

Empat Kesalahan Terbesar yang Mengubah Sejarah Dunia

Ditulis oleh  Ellisa Gunawan
Diterbitkan di edukasi
Momen kapal AS diserang Jepang pada insiden Pearl Harbor 1941 via istoryonthenet.com
Momen kapal AS diserang oleh Jepang pada insiden Pearl Harbor 1941 via istoryonthenet.com

Sumber.com –
Setiap manusia pastinya pernah melakukan kesalahan. Tapi bagaimana jika kesalahan yang kamu perbuat malah mengubah sejarah? Dilansir dari Ranker, berikut ini adalah sejumlah kesalahan terbesar yang pernah dibuat sepanjang sejarah, konsekuensi dari hasil kalkulasi yang tidak tepat sasaran sekaligus ketidaksengajaan.

1.Karena Alexander Fleming lupa membersihkan laboratoriumnya, penisilin tercipta

Nama Alexander Fleming menjadi terkenal setelah dirinya menemukan penisilin – sekelompok antibiotik yang dapat mengobati sejumlah infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri – di tahun 1928. Dan Fleming menemukan penisilin karena lupa mencuci cawan petri miliknya.

Ketika Fleming kembali dari liburannya bersama keluarga, Fleming mendapati salah satu cawan petrinya yang berisikan staphylococci telah ditumbuhi jamur, dan jamur ini menghancurkan sampel staphylococci di sekitarnya. Flemin kemudian menumbuhkan jamur tersebut di dalam lingkungan murni dan menemukan, bahwa jamur ini bisa menghancurkan segala jenis bakteri (patogen gram-positif).

Butuh beberapa tahun sebelum penisilin menjadi populer. Penisilin kemudian digunakan secara luas untuk mengobati korban Perang Dunia.

Baca juga: Tokoh James Bond Bukan Fiksi! Ini Dia Agen Rahasia Inggris yang Menginspirasi Kisah 007

2. Jepang salah target di Pearl Harbor

Pemboman yang terjadi pada 7 Desember 1941 sebagian besar terkonsentrasi pada armada kapal perang Amerika Serikat. Tadinya, Jepang berpikir bahwa menyerang armada kapal AS akan melemahkan kekuatan AS di laut, dan itulah mengapa kapal-kapal Jepang tidak menargetkan tempat penyimpanan bahan bakar, lumbung perbaikan dan kapal carrier yang ada di di Pearl Harbor.

Seusai pemboman, AS lantas mulai bekerja keras dan dengan cepatnya memperbaiki kapal-kapal mereka. AS, singkat cerita, dapat mengalahkan Jepang kembali dengan kekuatan angkatan laut dan udaranya.

3. Mercu tiang di kapal Titanic tidak dilengkapi dengan binokular

Faktanya, selain masalah binokular, saat itu Titanic tidak dilengkapi dengan persediaan rakit penyelamat yang cukup. Kapal Titanic melaju dengan sangat cepat dan kapal-kapal lainnya sudah sempat memberitahukan akan keberadaan bongkahan es di area laut yang akan dilalui Titanic.

Memang, saat itu hari sudah gelap dan satu-satunya sumber cahaya hanyalah cahaya bintang di langit dan lampu kapal. Jadi, banyak yang meragukan apakah binokular bisa digunakan dalam kegelapan. Tapi nyatanya hal ini adalah kesalahan yang serius, bahkan oleh kapal manapun.

Kecelakaan Titanic menjadi pembuka mata bagi keamanan transportasi laut, termasuk pembetulan regulasi jumlah rakit penyelaman, perlengkapan radio, ekspansi dari sejumlah peraturan dan pemicu terbentuknya International Ice Patrol (untuk melacak lempeng es).

4. Columbus melewatkan Asia

Columbus si penjelajah asal Italia tadinya ingin menemukan rute menuju Asia dengan berlayar dari Eropa ke arah barat (Asia, tentu saja, berlokasi di sebelah timur dari Eropa). Akhirnya, Columbus menemukan Bahamas, Hispaniola (sekarang Haiti dan Republik Dominika), Amerika Tengah dan Selatan. Columbus sama sekali tidak pernah menjejakkan kaki di Amerika Utara.

Columbus tidak pernah menemukan rute ke (walaupun dirinya mengklaim demikian). Tapi, Columbus menjadi inspirasi yang menggerakkan eksplorasi Eropa ke seluruh dunia.

Baca juga: Deretan 6 Momen Perjalanan yang Mengubah Dunia
Baca 528 kali Terakhir diubah pada Rabu, 22 Agustus 2018 08:24
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ellisa Gunawan

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ellisa Gunawan