sumber twitter mark Peneliti Berniat Menarik Alien ke Bumi dengan Teknologi Laser Infra Merah! Cetak halaman ini

Peneliti Berniat Menarik Alien ke Bumi dengan Teknologi Laser Infra Merah!

Ditulis oleh  Ellisa Gunawan
Diterbitkan di edukasi
Mengirimkan sinyal ke alien di alam semesta dengan laser infra merah? via blogs.discovermagazine.com
Mengirimkan sinyal ke alien di alam semesta dengan laser infra merah? via blogs.discovermagazine.com

Sumber.com –
Manusia nampaknya tak akan pernah menyerah dalam mencari keberadaan alien di luar angkasa. Memang, masuk akal kok jika manusia menganggap alien itu ada. Karena di alam semesta yang begitu besar, masa iya makhluk hidup cuma ditemukan di planet Bumi?

Di tahun 1977, badan antariksa milik Amerika Serikat NASA menyelipkan sebuah piringan fonograf emas yang disebut dengan Golden Record ke dalam pesawat luar angkasa Voyager 1 dan Voyager 2 (total ada dua buah rekaman), sebelum kedua pesawat tersebut diluncurkan untuk mengarungi luar angkasa. Isinya? Sebuah salam dari penduduk Bumi, kepada makhluk hidup apa pun yang nanti menemukannya.

Baca juga: NASA Pernah Meluncurkan Piringan Golden Record ke Luar Angkasa, Apa Isinya?  

Dan kini, dilansir dari Live Science, sebuah studi baru menemukan satu lagi cara yang dapat dilakukan manusia untuk mengirimkan sinyal ke makhluk luar angkasa yang mungkin berada di luar galaksi tata surya kita: Dengan laser infra merah.

James Clark lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) menuliskan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal, bahwa manusia bisa menciptakan sebuah laser infra merah yang sangat panas dan terang-benderang untuk dipancarkan ke luar angkasa. Laser yang terang ini, jika diarahkan langsung ke planet ekso terdekat (planet di luar sistem tata surya kita), seharusnya bisa dideteksi oleh makluk luar angkasa – setidaknya mereka yang teknologi observasi langitnya tak lebih canggih dari punya kita.

Tentunya dengan anggapan kalau alien benar-benar ada di luar sana.

Memang, kita tak akan pernah tahu apakah alien akan langsung mengenali pancaran sinar laser ini sebagai sebuah sinyal dari sesama penghuni alam semesta (alias manusia). Tapi yang pasti, sinar laser ini bakal menarik perhatian.

Baca juga: Bakteri Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa! Mungkinkah Mereka Juga Melakukan Migrasi Antar Planet?

Pembuatan perangkat laser bisa jadi adalah suatu tantangan tersendiri, tapi bukannya tidak mungkin untuk dilakukan. Menurut tim peneliti, desain perangkat laser ini membutuhkan cermin utama dengan diameter minimal 30 meter, dan 1-2 megawatt sinar laser.

Tantangan utamanya yaitu, Bumi bukanlah satu-satunya planet di luar angkasa. Kita perlu tahu kalau Bumi hanyalah satu planet (yang relatif minor) dari kedelapan planet  yang mengorbiti matahari. Dan matahari adalah sebuah bintang mega raksasa di pusat tata surya yang pancaran cahayanya jauh lebih terang ketimbang cahaya artifisial apa pun yang bisa diproduksi manusia.

Jika kita menempatkan diri dari perspektif astronom alien yang berlokasi di suatu planet nun jauh di sana (dengan jarak ratusan tahun cahaya dari Bumi), jelas pancaran cahaya laser yang kita arahkan ke luar angkasa akan kalah terang dengan sumber cahaya dari pusat tata surya, di galaksi tempat kita berada.

Lantas, untuk apa laser ini dibuat?

Laser ini dapat digunakan bukan hanya sekadar untuk “mengumumkan” keberadaan Bumi di alam semesta – tapi juga untuk membuat output sinar matahari kita terlihat aneh di mata alien yang tinggal di planet-planet ekso di luar galaksi kita. Bintang seperti matahari biasanya mengeluarkan cahaya yang bervariasi, dengan polanya tersendiri. Jika kita memancarkan laser infra merah yang sinarnya fokus, maka perilaku matahari akan nampak tidak normal jika dilihat dari luar galaksi.

Dengan demikian, alien akan menyadari tentang keberadaan tata surya kita.

Sama halnya seperti peneliti kita yang sering mengamati langit luar angkasa dan mendapati banyaknya planet-planet ekso di luar tata surya kita, alien-alien di luar sana bisa juga bertindak demikian.

Jika ada alien yang mendeteksi sinyal ini, manusia mungkin saja bisa membentuk kanal komunikasi dengan alien via laser yang tingkat data transfernya 2 Mbps (hampir sama dengan kecepatan koneksi internet modern yang lambat). Tentunya akan ada keterlambatan dalam jalinan komunikasi, karena faktor kecepatan cahaya.

Sinyal laser infra merah ini seharusnya dapat terdeteksi sampai jarak maks 20.000 tahun cahaya.

Apakah hal ini bisa menimbulkan dampak yang membahayakan? Sinar infra merah umumnya tidak kasat mata. Tapi, sinar infra merah yang tertarget dan intens bisa membutakan mata manusia. Selama peneliti melakukan langkah keamanan dan pencegahan, seharusnya tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan.

Akankah suatu hari kita bisa berkomunikasi dengan alien?

Baca juga: Sistem Pulley Jadi Alasan Ilmiah Bagaimana Piramida di Mesir Bisa Dibangun
Baca 428 kali Terakhir diubah pada Sabtu, 10 November 2018 09:00
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ellisa Gunawan

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ellisa Gunawan