sumber twitter mark Pilih Mana, Kopi atau Teh? Penelitian Ini Jelaskan Penyebab Anda Memilih Minuman Tertentu Cetak halaman ini

Pilih Mana, Kopi atau Teh? Penelitian Ini Jelaskan Penyebab Anda Memilih Minuman Tertentu

Ditulis oleh  Irma Christine
Diterbitkan di edukasi

minum kopi curiosity.com

Ilustrasi via curiosity.com

 

Sumber.com – Apakah Kawan Sumber lebih memilih secangkir kopi ketimbang teh atau sebaliknya saat memulai aktivitas di pagi hari atau saat berkumpul dengan teman? Ternyata pilihan anda akan minuman tertentu, baik kopi maupun teh dipengaruhi oleh faktor genetik.

 

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Report  menunjukkan bahwa preferensi seseorang terhadap kopi dan teh karena kemampuan manusia untuk mendeteksi tingkat kepahitan. Pilihan anda bisa jadi merupakan hasil dari pengalaman akan rasa pahit.

 

Studi yang dilakukan para peneliti dari Northwestern University dan QIMR Berghofer Medical Research Institute di Australia tersebut, menggunakan teknik yang disebut Mendelian untuk mempelajari data dari lebih dari 400.000 peserta, baik pria maupun wanita. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sensitif seseorang terhadap rasa pahit kafein, semakin banyak kopi yang diminumnya.

 

Baca juga: Hati-hati, Penggunaan Kartu Kredit Membuatmu Lebih Boros Ketimbang Uang Tunai

 

Menariknya, para peneliti menjelaskan bahwa secara teknis kita tak menyukai rasa kopi sama sekali. hal ini karena tubuh dan otak sebenarnya menafsirkan kepahitan sebagia tanda peringatan atau sesuatu yang mungkin berbahaya. Penelitian pun menunjukkan bahwa orang yang memiliki reseptor rasa pahit untuk kafein lebih cenderung menjadi pecandu berat kopi. Artinya mereka minum lebih dari 4 cangkir kopi sehari.

 

“Setiap salinan tambahan gen reseptor rasa pahit menyebabkan peluang 20 persen lebih tinggi menjadi peminum kopi berat. Para pecandu kafein ini pun minum lebih sedikit teh,” demikian dilansir dari Conversation, Minggu, 16 Desember 2018.

 

Kafein dinilai tak hanya berkontribusi pada tingkat kepahitan kopi, tetapi juga kekuatan dan teksturnya yang dirasakan. Dalma hal ini penikmat kopi lebih baik dalam mendeteksi kafein dan bisa menikmati rasa kopi itu sendiri.

 

“Sebaliknya, orang yang memiliki rasa pahit untuk kina atau propylthiouracil (PROP), meminum kopi lebih sedikit dan minum teh lebih banyak. Dibandingkan dengan rata-rata orang, setiap salinan tambahan gen reseptor kina atau PROP dikaitkan dengan kemungkinan 4-9 persen lebih tinggi untuk menjadi pencandu teh. Artinya mereka minum lebih dari 5 cangkir teh sehari,” katanya.

 

Baca juga: Sedang Depresi? Berikut 7 Tips Atasi Depresi dengan Cara Diet

Baca 224 kali Terakhir diubah pada Minggu, 16 Desember 2018 14:08
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Irma Christine

Seputar Penulis

Irma Christine