sumber twitter mark Tahukah Kamu, Buaya Adalah Hewan Yang Setia? Cetak halaman ini

Tahukah Kamu, Buaya Adalah Hewan Yang Setia?

Ditulis oleh  Ady Nugraha
Diterbitkan di edukasi

images 5

Foto: Okezone

 

Sumber.com - Istilah buaya darat kerap melekat pada diri seorang laki-laki berhidung belang, dengan kata lain tukang selingkuh dan tak pernah setia. Namun tahukah Kawan Sumber, meski diistilahkan dengan ketaksetiaan, buaya justru merupakan salah satu hewan paling setia yang ada di muka bumi.

 

Bahkan, apabila si betina terlebih dahulu mati, maka buaya jantan tidak akan kawin lagi atau mencari pasangan lain. Sementara dalam kehidupan nyata, kesetiaan buaya jantan diwujudkan dengan selalu melindungi pasangan serta telur mereka dari ancaman para predator.

 

Selama hidupnya, diketahui jika buaya kawin sekali saja. Oleh karenanya, dalam adat budaya betawi, buaya menjadi simbol kelanggenan dalam pernikahan. Roti berbentuk buaya menjadi hantaran wajib dalam proses pernikahan adat betawi. Roti buaya dijadikan sebagai salah satu hantaran sebab ia melambangkan kesetiaan.



Fakta ini menjadikan buaya darat sebagai perumpamaan untuk pria yang sering selingkuh, seharusnya sudah tak tepat lagi. Karena pada kenyataannya, buaya justru sangat-sangat setia.



Hanya saja ada istilah terkait buaya yang tepat untuk menggambarkan kondisi seseorang yang suka berpura-pura. Istilah itu yakni ”air mata buaya”. Air mata buaya merupakan istilah untuk tangisan pura-pura, bisa juga diartikan sebagai emosi palsu pada seorang munafik yang pura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata palsu.

Istilah ini kali pertama muncul  di buku The Travels of Sir John Mandeville tahun 1356 yang ditulis sendiri oleh Sir John Mandeville. Diasosiasikan sebagai air mata palsu. karena memang buaya hanya menangis saat mereka memakan mangsanya.


Buaya mengeluarkan air mata saat memakan mangsanya, sebagai efek dari kerja biologis tubuhnya. Pada saat buaya menggigit mangsanya dengan gigitan yang kuat, terjadi kontraksi otot rahang yang membantu meremas air mata dari kelenjar lakrimal.


Jadi tak ada hubungannya antara rasa sedih yang dirasakan sang buaya ketika harus menyantap binatang lain. Itulah sebabnya air mata buaya disebut sebagai air mata palsu dan menjadi lambang kesedihan yang pura-pura.

 

 

Baca 2020 kali Terakhir diubah pada Senin, 15 April 2019 10:58
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ady Nugraha

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ady Nugraha

Seorang pria lulusan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Disamping aktif dalam dunia tulis-menulis, beliau juga menyukai fotografi dan sepakbola.

Facebook: Ady Nugraha