sumber twitter mark Balada Soeharto Vs Time, Sengkarut Yang Tak Selesai? Cetak halaman ini

Balada Soeharto Vs Time, Sengkarut Yang Tak Selesai?

Ditulis oleh  Ady Nugraha
Diterbitkan di hukum & politik

c83af cover kontroversial

Ilustrasi Via Infospesial.net

 

Sumber.com - 24 Mei 1999, Majalah Time melakukan pemberitaan tentang mantan Presiden Soeharto. Disebutkan, Soeharto menumpuk kekayaan setelah berkuasa selama 32 tahun. Pihak Cendana tak terima, kemudian menggugat Times dan meminta ganti rugi triliunan rupiah.

 

Pihak penggugat menganggap pemberitaan yang dilakukan oleh majalah Time tersebut tendensius, insinuatif, dan provokatif. Bagian-bagian yang dianggap tendensius, insinuatif dan provokatif, yaitu:

  1. Pada sampul depan dimuat “SUHARTO INC. How Indonesia’s longtime boss built a family fortune.
  2. Pada halaman 16 dan 17 terdapat gambar H.M. Soeharto sedang memeluk antara lain gambar rumah.
  3. .Pada halaman 16 memuat kata-kata “emerged that a staggering sum of money linked to Indonesia had been shifted from a bank in Switzerland to another in Austria, now considered a safer for hush-hush deposits” (terjemahan bebas : “terdapat laporan bahwa uang dalam jumlah yang sangat besar yang terkait dengan Indonesia telah dialuhkan dari sebuah bank di Swiss ke bank lain di Austria, yang saat ini dianggap sebagai surga uang aman bagi deposito-deposito rahasia”) dan disambung pada halaman 17 dengan kata-kata “Time has learned that $ 9 billion of Suharto money was transferred from Switzerland to nominee bank account in Austria (terjemahan bebas : “Time telah berhasil mengetahui bahwa US $ 9 milyar uang Suharto telah ditransfer dari Swiss ke sebuah rekening tertentu di Bank Austria”).
  4. Pada halaman 19 terdapat kata-kata “it is very likely that none of the Suharto companies has ever paid more than 10% of its real tax obligation” (terjemahan bebas: “nampaknya tidak satupun perusahaan milik Suharto pernah membayar lebih dari 10% kewajiban-kewajiban pajak miliknya)


Sebelumnya pihak Penggugat telah melakukan dua kali somasi atau teguran (warning letter) kepada Tergugat atas pemberitaan dan gambar tentang Penggugat tersebut, akan tetapi somasi tersebut tidak ditanggapi oleh Tergugat I (Time Asia Inc.). Oleh karenanya Penggugat melalui pengacaranya melayangkan gugatan perdata ke PN Jakarta Pusat.

 

Selain Times ada 6 tergugat lainnya yang merupakan para punggawa majalah tersebut, yakni Donald Marrison, John Colmey, Davit Liebhold, Lisa Rose Weaver, Zamira Lubis, dan Jason Tedjasukmana. Dua yang disebutkan terakhir adalah WNI. Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Soeharto dan keluarga meminta agar para tergugat dijatuhi hukuman untuk memulihkan kehormatan serta nama baik pihak penggugat.



Keluarga Soeharto juga menuntut kepada para tergugat untuk mencabut tulisan dan gambar yang telah dipublikasikan di majalah Time Asia serta meminta maaf melalui media cetak dan elektronik nasional maupun internasional.

 

Sayang, gugatan ditolak. Soeharto banding, namun lagi-lagi ditolak. Namun penolakan tidak lantas membuat Soeharto menyerah. Cendana kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kasus sempat mengendap beberapa lama, sebelum akhirnya 30 Agustus 2007, MA memberikan keputusan. 

 

Majelis Kasasi memutuskan bahwa Time telah melawan hukum atas tindakannya memuat laporan terkait kekayaan keluarga Soeharto. Soeharto menang. Selain itu Tergugat diminta membayar ganti rugi sebesar 1 triliun rupiah. Time tidak tinggal diam, mereka menyerang balik.

 

Kepada MA, pihak Time mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

 

Baca Juga : Polemik Soeharto Guru Korupsi, PDIP Lupakan Golkar?

Baca Juga : Dipolisikan Berkarya Soal Soeharto, PDIP: Kalau Berani Bagus

 

PK diterima pada 16 April 2009. Keputusan final, PK dikabulkan. Keputusan diketok pasca Soeharto meninggal dunia, saat proses masih berjalan. Dakwaan kasasi Cendana mental, dan situasi menjadi terbalik. MA kali ini justru menyatakan bahwa laporan yang diangkat Time tentang investigasi kekayaan Soeharto tidak termasuk perbuatan melawan hukum. 

 

Time kali ini yang menang. Keluarga Soeharto (balik) tak terima. 

 

“Meski menyesal, kami harus menerima kenyataan karena PK adalah upaya hukum terakhir,” kata Mohammad Assegaf, salah satu kuasa hukum pihak keluarga Soeharto (16/4/2009).

 

Bagaimanapun keputusan MA sudah final dan tak bisa diganggu gugat. Pertarungan Soeharto melawan Time berakhir sudah, namun perkara tidak selesai sampai disitu, meski pertarungan bergulir dengan waktu yang cukup lama. Semua sepakat bahwa dalam hal ini, Time keluar sebagai pemenang.

 

Tuntutan Soeharto dinyatakan gugur, namun dibalik itu tak ada penelusuran lebih lanjut soal kekayaan Soeharto seperti yang ditudingkan Time dalam artikel berjudul “SUHARTO INC. How Indonesia’s longtime boss built a family fortune” itu.

 

 

Baca 522 kali Terakhir diubah pada Rabu, 05 Desember 2018 15:45
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ady Nugraha

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ady Nugraha

Seorang pria lulusan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Disamping aktif dalam dunia tulis-menulis, beliau juga menyukai fotografi dan sepakbola.

Facebook: Ady Nugraha