sumber twitter mark Hammerfest, Kota di Utara Norwegia yang Eksistensinya Sempat Terancam oleh Momen Sejarah Cetak halaman ini

Hammerfest, Kota di Utara Norwegia yang Eksistensinya Sempat Terancam oleh Momen Sejarah

Ditulis oleh  Ellisa Gunawan
Diterbitkan di jalan-jalan & kuliner
Hammerfest via travelingyourdream.com
Hammerfest via travelingyourdream.com

Sumber.com –
Hammerfest adalah salah satu kota yang terletak di utara Norwegia. Sama halnya seperti kota-kota lainnya di belahan Bumi utara, cuaca di Hammerfest cukup dingin dan kurang disinari mentari.

Tapi, Hammerfest adalah kota pelabuhan indah yang sarat akan cerita sejarah. Hammerfest, dilansir dari Culture Trip, berhasil bertahan dari gempuran bangsa Inggris dan Nazi, terpaan badai, dan nyaris runtuh terbakar karena menjadi medan perang.

Terletak di wilayah Finnmark, Hammerfest berbatasan langsung dengan Finlandia dan Rusia. Finnmark adalah wilayah yang terbesar di Norwegia, namun dengan penduduk yang paling jarang. Untuk mencapai Hammerfest, Kawan Sumber harus menyusuri ratusan kilometer wilayah pesisir terlebih dahulu.

Sesampainya di Hammerfest, kamu bakalan terkejut saat melihat betapa modernnya arsitektur kota tersebut, jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di utara Norwegia. Mulai dari gerejanya, sampai Arctic Culture Center Hammerfest yang menggunakan teknologi LED di malam hari sebagai pencahayaan.

Baca juga: Ada Penampakan Danau Berbentuk Bulan Sabit di Tengah Padang Gurun Gobi!

Sejarah Hammerfest yang berliku

Indahnya kota di utara Norwegia via theculturetrip.com
Indahnya kota di utara Norwegia via theculturetrip.com

Hammerfest secara resmi dinobatkan sebagai sebuah kota di tahun 1789, menjadikannya sebagai kota paling utara yang tertua di dunia.

Tapi, kenapa arsitektur di kota ini terlihat baru?

Di tahun 1856, wilayah Hammerfest sempat diterjang badai, dan harus dibangun kembali. Kemudian di tahun 1890, dua pertiga wilayah kota kembali hancur karena bencana kebakaran, sehingga seluruh kota, lagi-lagi harus dibangun ulang.

Saat kembali dibangun, Hammerfest menjadi kota pertama di Eropa Utara yang menggunakan lampu listrik.

Kota yang pernah jadi saksi berbagai momen sejarah perang via guias-viajar.com
Kota yang pernah jadi saksi berbagai momen sejarah perang via guias-viajar.com

Namun, Hammerfest kembali harus menghadapi bencana lagi di saat Perang Dunia II. Pasalnya, Hammerfest terletak di wilayah Finnmark, yang berbatasan angsung dengan Rusia. Pasukan Nazi dari Jerman yang telah menginvasi Norwegia menggunakan Hammerfest sebagai basis dari kapal-kapal mereka. Di saat tentara Nazi menyerah di tahun 1944, mereka menggunakan strategi pembakaran agar pasukan Rusia tidak memiliki akses menuju makanan, suplai, tempat perlindungan dan akses komunikasi.

Akibatnya, Hammerfest dibumihanguskan – penduduknya pun terpaksa mengungsi ke Norwegia selatan.

Untungnya, perjanjian damai telah dideklarasikan pada tahun 1945. Kini, Hammerfest adalah kota modern yang dihuni oleh 10.500 orang penduduk. Hammerfest memang berada di utara Norwegia, sehingga cuacanya pun dingin. Tapi karena perairan yang hangat di Atlantic Gulf Stream, pelabuhan Hammerfest tidak membeku seperti pelabuhan lainnya di wilayah pesisir Norwegia.

Monumen Meridian di Hammerfest via theworldiswaiting.co.uk
Monumen Meridian di Hammerfest via theworldiswaiting.co.uk

Berkunjung ke Hammerfest, kamu bisa melihat Gjenreisningsmuseet, sebuah museum yang mendokumentasikan pendirian Finnmark dan North Troms selepas Perang Dunia II.

Hammerfest adalah sebuah destinasi pariwisata yang populer di kalangan para wisatawan, terutama bagi mereka yang ingin menjelajahi alam dengan memancing atau pergi hiking.

Monumen Meridian juga berlokasi di Hammerfest, sehingga Hammerfest pun dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia versi UNESCO.

Baca juga: Ginzan Onsen, Salah Satu Kota Pemandian Air Panas Tercantik di Jepang

 

Baca 340 kali Terakhir diubah pada Senin, 08 Oktober 2018 15:46
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ellisa Gunawan

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ellisa Gunawan