sumber twitter mark Penampakan Jembatan Laut Terpanjang di Dunia, Mega Proyek Hasil Kolaborasi Tiongkok dan Hong Kong Cetak halaman ini

Penampakan Jembatan Laut Terpanjang di Dunia, Mega Proyek Hasil Kolaborasi Tiongkok dan Hong Kong

Ditulis oleh  Ellisa Gunawan
Diterbitkan di jalan-jalan & kuliner

Jembatan yang menghubungkan Hong Kong Zhuhai Makau via abcnews.go.com
Jembatan yang menghubungkan Hong Kong Zhuhai Makau via abcnews.go.com

Sumber.com – Jembatan laut terpanjang di dunia yang menghubungkan Hong Kong ke Makau dan kota Zhuhai di Republik Rakyat Tiongkok akhirnya sudah diresmikan pada Selasa, 23 Oktober 2018. Presiden Tiongkok Xi Jinping meresmikan pembukaan proyek ini, sembilan tahun setelah konstruksinya dimulai.

Dilansir dari BBC, jembatan ini memiliki panjang 55 kilometer, jika dihitung dengan jalan aksesnya. Biaya pembangunannya mencapai 20 miliar dolar (Rp 303,6 triliun)! Bagian jembatan utamanya saja sudah menghabiskan biaya 6,92 miliar dolar AS.

Jembatan Hong Kong-Zhuhai seharusnya dibuka pada tahun 2016 lalu. Namun penundaan terjadi karena alasan keamanan. Selama prosesnya, sedikitnya 18 orang pekerja meninggal saat bekerja.

Jembatan Hong Kong-Zhuhai membentang di atas lautan, dan bagian utamanya terkoneksi dengan jalan penghubung, jembatan lain dan terowongan di daratan. Karenanya, jembatan ini dibuat tahan terhadap gempa bumi dan terpaan angin taifun. Materialnya terbuat dari 400.000 ton baja – jumlah baja sebanyak ini cukup untuk membangun 60 Menara Eiffel baru!

Mega proyek ini merupakan bagian dari Tiongkok untuk menciptakan Area Greater Bay, termasuk Hong Kong, Makau dan sembilan kota lainnya di Tiongkok Selatan. Agar kapal laut bisa lewat, ada satu bagian jembatan sepanjang 6,7 km yang melengkung ke bawah laut dan dibuat sebagai terowongan – terowongan bawah laut ini menghubungkan dua pulau artifisial yang ikut dibangun sebagai bagian dari mega proyek jembatan Hong Kong-Zhuhai.

Baca juga: Penampakannya Indah, Biara-biara di Meteora Dibangun Begitu Dekat dengan Langit


Panjang jembatan dan detail proyek via bbc.com
Panjang jembatan dan detail proyek via bbc.com

Dulunya, bepergian dari Zhuhai ke Hong Kong atau sebaliknya membutuhkan waktu hampir empat jam lamanya. Jembatan baru ini bakal memangkas durasi perjalanan, menjadi 30 menit.

Tapi karena jembatan ini lintas negara, tidak semua orang bisa sembarangan berkendara melintasinya. Mereka harus mendapatkan izin khusus yang dialokasikan via sistem kuota. Dan semua kendaraan harus membayar biaya tol.

Tidak ada rel kereta dan transportasi umum yang melintasi rute jembatan. Tapi, jembatan ini bakal dilengkapi dengan kamera khusus yang akan memantau para pengendara – jika ada pengendara yang memperlihatkan tanda-tanda mengantuk, seperti menguap sampai tiga kali, maka pihak berwenang akan segera dinotifikasi oleh sistem.

Selain kamera pendeteksi kantuk, tentunya ada juga kamera CCTV 48 HD di sepanjang jembatan, serta patroli polisi antiteror.

Acara pembukaan kemarin dilakukan di Zhuhai, dan diikuti oleh para pemimpin Hong Kong dan Makau. Walaupun dianggap penting dan krusial dari segi transportasi, pembangunan jembatan Hong Kong-Zhuhai mendapatkan banyak kritikan.

Sejumlah media lokal menyebut jembatan ini dengan sebutan “jembatan kematian”, karena telah menelan banyaknya nyawa pekerja. Dari Hong Kong, jumlah korban sedikitnya mencapai sembilan orang dan dari Tiongkok juga sedikitnya sembilan orang pekerja telah tewas dalam pengerjaan proyek. Ratusan pekerja lainnya pun juga mengalami cedera selama kontsruksi berlangsung.

Kemudian, konstruksi jembatan Hong Kong-Zhuhai juga ditentang karena dampaknya yang merusak lingkungan. Menurut organisasi lingkungan, pembangunan jembatan ini bisa menyebabkan bahaya yang serius terhadap kehidupan laut di area tersebut, termasuk spesies lumba-lumba putih Tiongkok yang saat ini saja sudah hampir punah.  Jumlah lumba-lumba putih yang terlihat di perairan Hong Kong menurun, dari 148 ekor hingga hanya 47 ekor dalam 10 tahun terakhir.

Kini, mereka malah sama sekali tak terlihat di perairan di dekat jembatan.

Samantha Lee, asisten direktur konserbasi laut di WWF menyayangkan pengerjaan proyek ini.

“Proyek ini telah menimbulkan kerusakan terhadap laut yang tidak bisa diperbaiki kembali.”


Baca juga: Hong Kong Resmikan Kereta Peluru Menuju Tiongkok, Berikut Rute dan Harga Tiketnya


Baca 315 kali Terakhir diubah pada Rabu, 24 Oktober 2018 11:35
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ellisa Gunawan

Seputar Penulis

Ellisa Gunawan