sumber twitter mark Apa Itu Virus dan Mengapa Virus Dapat Menyebar? Cetak halaman ini

Apa Itu Virus dan Mengapa Virus Dapat Menyebar?

Ditulis oleh  Ellisa Gunawan
Diterbitkan di kesehatan
Virus hepatitis via sciencemag.org
Virus hepatitis via sciencemag.org

Sumber.com –
Kita sering mendengar kata virus, dan mungkin jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. Tapi sebenarnya, virus itu apa sih?

Dilansir dari Medical News Today, virus merupakan organisme mikroskopik yang ada di mana saja. Apakah Kawan Sumber tahu kalau virus adalah entitas biologis yang paling berlimpah di planet Bumi? Hampir setiap ekosistem di Bumi memiliki virus. Selain manusia, virus dapat menular ke hewan, tumbuhan, jamur hingga bahkan bakteri!

Terkadang, suatu jenis virus dapat menyebabkan penyakit yang sangat fatal dan mematikan. Tapi terkadang, virus lain malah tidak menimbulkan reaksi berbahaya yang terlihat. Kemudian, suatu virus mungkin akan menimbulkan efek A pada salah satu organisme makhluk hidup tertentu. Namun virus yang sama bisa jadi akan menimbulkan efek B yang sama sekali berbeda dengan efek A, saat virus menginfeksi makhluk hidup lain.

Misalnya nih, suatu virus bisa menjangkit ke kucing, tapi sama sekali tidak akan memengaruhi anjing.

Virus sebenarnya bervariasi dan kompleks. Virus terdiri dari material genetik, RNA atau DNA, dikelilingi oleh lapisan protein, lipid (lemak), atau glycoprotein. Virus nyatanya tak dapat memperbanyak diri tanpa host atau inang, jadi bisa disimpulkan bahwa virus memiliki sifat parasit.

Baca juga: Susah BAB Saat Pergi Liburan? Begini Cara Menyiasatinya!

Bagaimana Virus Memperbanyak Diri

Sebelum memasuki suatu sel, virus memiliki bentuk yang disebut dengan virion. Pada fase awal ini, virion yang kurang lebih berukuran 1/100-nya bakteri ini terdiri dari materi genetik (DNA/RNA), lapisan protein yang melindungi informasi genetik, serta kantung lipid yang terkadang muncul di sekitar lapisan protein, ketika virus berada di luar sel.

Karena virus tak dapat membuat proteinnya sendiri, virus sangat bergantung pada si inang. Virus adalah satu-satunya mikroorganisme yang tak dapat bereproduksi tanpa sel inang.

Setelah virus berkontak dengan sel inang, virus akan memasukkan material genetik ke dalam inang dan mengambil alih fungsi sel inang. Dari sinilah virus akan terus bereproduksi, serta memproduksi protein vital dan material genetik yang lebih banyak.

Life Goal Virus: Bereproduksi dan Bertransmisi

Bagaimana virus menyebar? via quantamagazine.org
Bagaimana virus menyebar? via quantamagazine.org

Selama eksistensinya, virus hanya melakukan satu hal: Bereproduksi. Hasil reproduksi virus akan menyebar ke sel-sel baru dan sel-sel inang baru.

Virus dapat menyebar dari satu individu ke individu lain, dan dari ibu ke anak saat ibu tengah mengandung atau melahirkan.

Virus dapat menyebar melalui sentuhan, pertukaran saliva, batuk, bersin, kontak seksual, air atau makanan yang terkontaminasi, atau serangga yang membawa virus dari satu orang ke orang lain.

Tapi, virus juga dapat bertahan hidup di permukaan objek selama beberapa waktu. Jadi jika misalnya Kawan Sumber menyentuh benda yang terkontaminasi virus dengan tangan, maka kamu bisa tertular virus tersebut. Nantinya, virus akan memperbanyak diri di dalam tubuh dan memengaruhi inang. Setelah periode inkubasi, maka gejalanya akan mulai terlihat.

Saat virus menyebar, virus dapat mengambil beberapa DNA dari sel inang dan membawa DNA ini ke sel atau organisme lain. Interaksi antara virus dengan sel inang DNA juga dapat membuat virus tersebut berubah. Seperti dalam kasus di mana virus yang biasanya hanya menyerang burung, namun kini juga berisiko menyerang manusia. Dan nantinya jika si virus mengambil sejumlah DNA manusia, maka proses ini dapat menghasilkan virus jenis baru.

Inilah alasannya mengapa peneliti sangat mengkhawatirkan penyebaran virus langka yang menular dari hewan ke manusia.

Cara Manusia Melawan Virus

Saat sistem imun tubuh manusia mendeteksi virus, tubuh akan berupaya untuk melawannya dengan mengurai material genetik si virus (proses ini disebut dengan campur tangan RNA). Sistem imun akan memproduksi antibodi spesial yang dapat mengikat virus, sehingga virus tidak menular. Lalu, tubuh akan mengirimkan sel T untuk menghancurkan virus.

Kebanyakan infeksi virus memicu respons protektif dari sistem imun, namun virus seperti HIV dan virus neurotropic punya cara-cara tersendiri untuk menghindari pertahanan sistem imun. Virus neurotropic biasanya menginfeksi sel-sel saraf, dan menjadi penyebab utama penyakit seperti polio, rabies, gondok dan campak.

Perawatan dan Penyembuhan

Jika infeksi bakteri dapat disembuhkan dengan obat antibiotik, maka penyebaran infeksi virus biasanya dapat dicegah dengan vaksinasi. Jika sudah terkena, maka dokter akan memberikan obat antivirus.

Obat antivirus (seperti untuk HIV/AIDS misalnya) umumnya tidak menghancurkan patogen, namun memperlambat perkembangan virus dan penyakit. Obat antivirus juga biasanya digunakan untuk mengobati infeksi virus simpleks herpes, hepatitis B, hepatitis C, influenza, shingles dan cacar air.

Baca juga: Tiga Cara Ini Dapat Kamu Lakukan untuk Mencegah Penyebaran Virus Flu dan Pilek
Baca 648 kali Terakhir diubah pada Rabu, 16 Mei 2018 11:25
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Ellisa Gunawan

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Ellisa Gunawan