sumber twitter mark Waspada, Penyakit Radang Usus Langka Ini Lebih Sering Terjadi Pada Perokok Cetak halaman ini

Waspada, Penyakit Radang Usus Langka Ini Lebih Sering Terjadi Pada Perokok

Ditulis oleh  Indoyanu Muhamad
Diterbitkan di kesehatan

Crohn

Crohn via webmd

 

Sumber.com - Kawan Sumber terbiasa merokok? Selanjutnya anda perlu waspada dan hati-hati karena para perokok lebih mungkin terjangkit penyakit langka radang atau pembengkakan dan iritasi di saluran gastrointestinal yang disebut ileum. Penyakit ini sering disebut dengan nama penyakit Crohn

 

Nama Crohn diambil dari penemunya Dr Burrill B. Crohn, yang pertama kali menjelaskan penyakit ini pada tahun 1932 bersama dengan rekan Dr Leon Ginzburg dan Dr. Gordon D. Oppenheimer. Penyakit Crohn adalah penyakit yang masuk pada kelompok Penyakit Peradangan Usus atau Inflammatory Bowel Diseases (IBD).

 

Baca juga : Hindari Risiko Keracunan Makanan Karena Bakteri Salmonella, dengan Melakukan Hal Ini

 

Dilansir dari pfizer, Crohn adalah penyakit kronis, artinya pada suatu saat pasien mengalami gejala yang berat, dan kemudian ada periode remisi ketika pasien tidak mengalami gejala sama sekali. Pada kasus yang berat, Penyakit Crohn dapat menimbulkan celah pada lapisan anus, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan, terutama saat buang air besar.

 

Peradangan kronis juga dapat menyebabkan fistula yaitu saluran tidak normal menghubungkan usus ke organ lain termasuk ke kandung kemih, vagina, atau kulit. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Penyebab penyakit Crohn sendiri tidak diketahui pasti berasal dari mana namun banyak penelitian menunjukkan bahwa peradangan yang terjadi pada penderita Crohn melibatkan 2 faktor yaitu genetik atau lingkungan.

 

Orang yang pernah terserang Crohn akan lebih mudah mewarisi sistem kekebalan tubuhnya pada anak melalui gen. Sedangkan dari faktor lingkungan yang sering terjadi adalah dari merokok. Para ahli berpendapat bahwa kebiasaan merokok mengakibatkan aliran darah ke usus menurun dan sistem pertahanan usus terganggu sehingga membuat sistem kekebalan tubuh terganggu atau menurun.

 

Diagnosis Penyakit Crohn tidak mudah. Melalui serangkaian tes yang akurat seperti tes darah dan tes feses barulah Crohn terdeteksi. Ciri khas Penyakit Crohn adalah penderita sering mengalami kehilangan nafsu makan sehingga berat badannya turun, serta kelelahan dan seolah tidak bertenaga. Jika terjadi pada anak-anak maka dapat mengganggu proses tumbuh kembang.


Gejala paling umum dari penyakit Crohn dikutip dari Ensiklopedia Penyakit Prof. Dr. Anies antara lain nyeri perut di daerah kanan bawah, diare, pendarahan anus, penurunan berat badan, demam dan anemia.

 

Baca juga : Mengenal Migrain Okular, Migrain yang Tidak Disertai dengan Sakit Kepala

 

Pengobatan secara intensif dan konsultasi kepada dokter penyakit diperlukan untuk mengontrol penyakit Crohn agar tidak kambuh. Konsultasi pada serta ahli gizi pun diperlukan agar nafsu makan yang berkurang bisa dinetralisir dengan meminta bimbingan terkait perencanaan makanan. Seorang penderita Crohn perlu perawatan medis jangka panjang secara teratur untuk memantau kondisi. 

 

Untuk itu, hindarilah merokok sedini mungkin Kawan Sumber karena penyakit Crohn biasa menjangkiti di usia 13-30 tahun.

Baca 344 kali Terakhir diubah pada Kamis, 01 November 2018 13:54
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Indoyanu Muhamad

Artikel Terkait

Seputar Penulis

Indoyanu Muhamad

Chief Editor & Content Sumber.com. Ayah 2 anak yang merupakan penggila sepakbola ini aktif menulis dalam berbagai kesempatan. Menyukai offroad bersama Landrover dan travelling ke berbagai penjuru kota di Indonesia. I Love Indonesia!

Situs Web: https://www.facebook.com/indoyanu